PROFIL MADRASAH ALIYAH AL-MUNAWWARAH
A. Sejarah Madrasah
MA AL-Munawwarah adalah bagian dari Pondok Pesantren Al-Munawwarah. Maka keberadaannya tidak terlepas dari sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Munawwarah. Ponpes Al-Munawwarah didirikan oleh Buya H.TM. Busra, BA. Pada pertengahan tahun 1982, beliau mendapat sumbangan berupa tanah waqaf seluas ± 2 Hektar dari jamaah dan masyarakat Sukamaju III Tangkerang Pekanbaru untuk digunakan sebagai pesantren/sekolah agama. Untuk dapat menjalankan program pendidikan sesuai dengan Undang-Undang dan Hukum Negara di Indonesia kemudian pada tanggal 15 September 1982 beliau mendirikan Yayasan yang diberi nama Yayasan Syekh Burhanuddin. Nama Syekh Burhanuddin dirujuk dari nama seorang ulama besar yang berasal dari Negeri Arab. Syekh Burhanuddin adalah seorang Da’i dan Mubaligh yang terkenal mengembangkan dan menyiarkan Agama Islam di Sumatera khususnya dan dimakamkan di Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Riau, tanah Melayu.
Pembangunan Ponpes Al-Munawwarah dimulai pada akhir tahun 1983 atas partisipasi jamaah kaum muslimin dan Muslimat Pekanbaru dan sekitarnya. Awal pembangunan Ponpes meliputi satu ruang untuk ruang belajar, satu ruang untuk musholla, dan satu ruang untuk tempat tinggal pimpinan yang juga digunakan sebagai kantor. Tiga ruang tersebut berada di lingkungan Putra. Sementara di lingkungan Putri dibangun 3 ruang kecil sederhana untuk asrama/tempat tinggal putri. Karena keterbatasan biaya maka proses pembangunan Ponpes Al-Munawwarah berjalan hampir tiga tahun untuk dapat beroperasi menjalankan program pendidikan.
Akhirnya Ponpes Al-Munawwarah resmi memulai kegiatan pendidikannya pada tanggal 21 Juni 1986 M ( 15 Syawal 1406 H). Peserta didik atau santri pada tahun pertama berjumlah 50 orang yang berasal dari berbagai tempat di daerah Riau dan Sumbar. Ponpes ini berada di bawah naungan Yayasan Syekh Burhanuddin berdasar Akta Notaris Nomor 136 oleh Notaris Syawal Sutan Diatas tanggal 20 September 1982 di Pekanbaru. Dan dalam penyelenggaraan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Munawwarah, maka MA AL-Munawwarah merupakan Jalur pendidikan formal pertama yang ada di lingkungannya.
Tahun pertama Ponpes Al-Munawwarah memiliki sarana yang sangat terbatas. Selain tiga ruang di lingkungan putra dan tiga ruang di lingkungan putri yang sudah dibangun dengan sederhana serta dua buah sumur tanah, terdapat satu unit rumah sederhana berukuran 6x7 m. Rumah tersebut dipinjamkan sebagai asrama putra oleh Bapak Syamsir Alam (alm) salah seorang penduduk yang berdomisili di sekitar lingkungan Ponpes Al-Munawwarah pada saat itu.
Selanjutnya pada Tahun Pelajaran ke dua (1987-1988) jumlah santri meningkat menjadi ± 110 orang. Dikarenakan sarana lembaga tidak memadai, banyak santri yang membangun secara mandiri (biaya pribadi) tempat tinggal mereka berupa pondok kecil/rumah dengan ukuran rata-rata 3x4 m. Keadaan ini masih berlanjut hingga tahun ke empat. Kemudian pada tahun ke empat dan ke lima mulailah dibangun ruang-ruang permanen, seperti Mesjid untuk santri Putra dan Musholla untuk santri Putri yang berasal dari sumbangan masyarakat ataupun organisasi seiring dengan jumlah santri yang terus meningkat.
Alhamdulillah sampai saat ini Pondok Pesantren Al-Munawwarah terkhusus MA AL-Munawwarah terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan guna mewujudkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berketerampilan sesuai dengan harapan orang tua, masyarakat dan bangsa Indonesia.
Kepala madrasah yang pernah bertugas di MA AL-Munawwarah sejak awal berdirinya (1986) adalah:
|
NO |
NAMA |
PERIODE |
|
1 |
Drs. Nasaruddin |
1986 - 1989 |
|
2 |
Drs. Khambarialdy |
1989 - 2000 |
|
3 |
Drs. H. Mahfuzd |
2000 – 2003 |
|
4 |
Dra. Aslamiyah |
2003 – 2007 |
|
5 |
Ahmad Sabri Harahap, S.H |
2007 – 2019 |
|
6 |
Ahmadi.S,Pd.I |
2019 – Sekarang |
Saat ini dalam menjalankan tugasnya kepala madrasah dibantu oleh 4 (empat) orang Wakil Kepala, yang terdiri:
1. Wakil Kepala Bagian Kurikulum Dijabat Oleh Novi Yamti, S.Si
2. Wakil Kepala Bagian Kesiswaan Dijabat Tommy Rafeldi, S.Pd
3. Wakil Kepala Bagian Sarana Dijabat Oleh Delmawati. S.S
B. Letak dan Lingkungan Madrasah
1. Letak Madrasah
MA AL-Munawwarah terletak di dalam lingkungan Pondok Pesantren Al-Munawwarah yang menempati lahan seluas ± 2 Hektar. Luas seluruh gedung adalah 4.185 M2. Bangunannya terdiri dari; masjid, musholla, kantor majelis guru, Ruang belajar, Ruang labor IPA, Perpustakaan, Labor computer, ruang kantin, asrama, rumah dinas dan tempat parkir.
Secara geografis MA AL-Munawwarah berada di Jl. Pesantren No. 42 Keluarahan Tangkerang Timur Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Posisi MA AL-Munawwarah mudah dijangkau dengan menggunakan transportasi darat, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.
2. Lingkungan Madrasah
MA AL-Munawwarah berada di tengah pemukiman penduduk dan lembaga pendidikan lain. Yaitu disekitarnya terdapat SMK Teknologi, Taman Kanak-Kanak, dan perumahan-perumahan penduduk.
Mata pencaharian penduduk sekitar adalah, pedagang, karyawan, ASN dan lain sebagainya. Secara umum kondisi ekonomi masyarakat di sekitar MA Al-Munawwarah adalah golongan menengah.
3. Suasana Madrasah
MA AL-Munawwarah memiliki suasana yang sangat kondusif, baik secara fisik maupun sosial. Hal ini dibuktikan dengan semangat ingin maju dan berprestasi yang didukung oleh keadaan fisik Madrasah. Selain itu lingkungan social seperti budaya tegur sapa, salam dan senyum adalah budaya yang dapat dirasakan langsung. Hubungan antar guru cukup harmonis dan terkesan rasa kekeluargaannya.
Hubungan antara guru dengan siswa juga demikian. Budaya tegur sapa dan salam adalah karakter yang dibangun untuk menciptakan keluarga Madrasah yang berakhlak mulia.
Selain itu lingkungan fisik di MA AL-Munawwarah cukup asri dan sejuk. Pada halaman Madrasah terdapat pepohonan hijau yang berada pada hampir setiap depan ruang belajar/kelas. Sehingga jika dibutuhkan pembelajaranpun dapat dilaksanakan di alam terbuka. Dengan demikian murid-murid dapat secara langsung berinteraksi dan merasa nyaman dengan alam, sehingga mereka memiliki kepedulian pada lingkungannya.
Berdasarkan keadaan dan suasana madrasah yang ada, maka tentunya besar harapan bahwa kegiatan pembelajaran danpat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga berhasil dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar